Industri Sepatu Minta Insentif Pemerintah
2:48:00 PM
Bisnis
Penutupan gerai sepatu Clarks menjadi gambaran sulitnya industri sepatu saat ini. Selain tergerus oleh pasar online, produsen sepatu juga dihadapkan beragam masalah lain mulai dari penyewaan gerai yang mahal hingga kebijakan berbisnis di Tanah Air yang kurang kondusif.
Eddy Widjanarko, Ketua Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) menyampaikan, untuk berkembang industri sepatu harus diberikan insentif. Pasalnya saat ini belum ada langkah progresif dari pemerintah untuk bisa memberikan insentif yang pasti.
Saat ini kebijakan khusus di masalah bea masuk terkadang berubah-ubah sehingga produsen tidak bisa mendapatkan fix cost untuk bahan baku impor. Belum hal lain seperti pajak yang diberikan, faktur dan hal lainnya yang menghambat pertumbuhan industri. "Buat produsen sepatu, banyak bahan baku harus impor. Jadi harus dibuat insentif bahan baku dan prosesnya harus dipermudah," ujarnya kepada wartawan, Jumat (2/2).
Dirinya mengatakan saat ini untuk impor bahan baku masih dipersulit dengan aturan main. Itulah kenapa sulit bagi pemain di industri sepatu untuk bertumbuh. Apalagi kalau ditilik, adanya toko online juga membuat industri sepatu domestik khususnya di ritel menjadi lesu. Bahkan di segmen sepatu sport yang disebut-sebut merupakan segmen yang terus tumbuh menurutnya justru menurun. "Segmen sport memang ada penguatan tapi untuk pasar ekspor, kalau di lokal menurun," lanjutnya.
Oleh karena itu, dirinya mengatakan industri sepatu domestik dalam 1-2 tahun ini akan mengalami stagnasi. Pemerintah perlu melakukan insentif-insentif agar tidak melulu segmen industri sepatu ini limbung diterpa online maupun kebijakan-kebijakan yang tidak pasti.
Liong Pangkiey, Marketing Manager PT Ardiles Ciptawijaya menyampaikan, saat ini industri masih dihadapkan oleh persoalan administratif penjualan, pencetakan faktur pajak, bea masuk, impor bahan baku dan lainnya membuat produsen sepatu berada dalam kondisi sulit.
Dirinya mengharapkan adanya kepastian kebijakan dan aturan, sehingga sebagai produsen yang juga berorientasi ekspor perusahaannya bisa berkembang. Lain dari itu, menurutnya perlu adanya pajak final yang tidak merepotkan secara administratif. "Saya harapkan ada PPN final sehingga jualan sepatu lebih mudah," tambahnya.
Budiharta Hanse, Senior Commerce Manager PT Sepatu Bata Tbk (BATA) menambahkan, produsen dan peritel sepatu perlu beradaptasi terhadap kondisi saat ini. Oleh karena itu, pihaknya akan lebih inovatif dalam menggarap pasar yang ada. (Source: Kontan)
Lagi-lagi Sepatu Digunakan Untuk Selundupkan Sabu
12:18:00 PM
Crime
![]() |
| Tersangka YH (36) yang ketahuan menyelundupkan sabu dalam sepatu. (Dok. Humas Bea Cukai Batam) |
Lagi-lagi sepatu berhak tebal dimanfaatkan untuk menyelundupkan narkotika jenis sabu sebanyak 1.434 gram oleh tiga penumpang pesawat Lion Air. Pelaku yang berstatus Warga Negara Indonesia (WNI) itu terdiri dua laki-laki berinisial YH (34), dan KP (26), satu perempuan berinisial YH (34).
Ketiga tersangka diamankan di Bandara Hang Nadim Batam ketika akan berangkat ke Denpasar pada Rabu (31/1), karena petugas Aviation Security (Avsec) dan Bea Cukai (BC) mencurigai gerak-gerik ketiga tersangka ketika akan melewai pemindai x-ray bandara. Kemudian petugas melakukan pemeriksaan lanjutan di hanggar Terminal Bandara Hang Nadim Batam terhadap mereka.
"Petugas kami menyadari ada yang tidak beres. Lalu dilakukan pemeriksaan. Ternyata ditemukan barang yang diduga metamphetamine," kata Kasi Pelayanan Bea Cukai Tipe B Batam Frans Depari. Ketiga tersangka berupaya mengelabui petugas dengan menyelipkan sabu di bawah alas sepatu.
"Barang ini disimpan di dalam sepatu untuk menghindari pemeriksaan petugas. Karena gerak-geriknya berbeda, kami lakukan pemeriksaan di hanggar," jelas Frans, Kamis (1/2)
Hasilnya, dari tersangka YH diamankan dua bungkus sabu seberat 485 gram. Lalu KP kedapatan membawa dua bungkus sabu dengan total 473 gram, sedangkan dari tersangka TN juga diamankan dua bungkus dengan total 476 gram.
Ketiga tersangka diserahkan kepada Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polresta Barelang untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut. Mereka dijerat dengan pasal 114 ayat (2) juncto pasal 112 ayat (2) Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukuman paling
cepat lima tahun penjara dan paling lama hukuman seumur hidup atau hukuman mati. (*)
Model Terbaru High Heels Bertali Mirip Gladiator Tapi Lebih Feminin
3:39:00 AM
Produk
Penampilan sepatu hak tinggi bertali model terbaru tak kalah stylish dibandingkan pendahulunya yang mengadopsi model lace-up flat. Mengaplikasikan gaya gladiator dengan mengandalkan tambahan sayap untuk pengait tali nampak lebih feminin, berpenampilan beda tapi tidak ekstrim sehingga tidak terkesan sebagai sepatu untuk show atau karnaval seperti model gladiator.
Meski peranan tali banyak berkurang dan fungsinya pun jadi lebih mirip sebagai pengikat seperti pada sepatu pria, tetapi kesan bahwa sepatu ini model bertali masih sangat kuat sehingga masih layak untuk menyandang predikat sepatu bertali. Padahal untuk mengikatnya hanya diperlukan dua kali belitan mulai yang dimulai dari pergelangan kaki. Cara memakainya jauh lebih praktis karena di bagian belakang dilengkapi dengan zipper.
Didesain dengan hak model round heels yang oleh kebanyakan orang juga disebut model stiletto setinggi 11 centimeter membuatnya masuk dalam kategori high heels. Hanya para wannita yang fashioned karena sudah sering dan terbiasa memakai high heels saja yang bisa memanfaatkan sepatu ini untuk menunjang penampilan yang berbeda dan stylish.
Ujung sepatu yang berbentuk runcing tetapi diaplikasikan dengan style open toe membuatnya lebih nyaman dipakai karena ujung jari kaki tidak saling berhimpitan. Beban berat badan pun cenderung tertumpu pada bagian pangkal jari kaki. Sedangkan outsolenya yang berbahan karet membuat sepatu ini tidak licin dan bisa digunakan di berbagai medan.
Lace-up high heels ini ditawarkan dengan dua macam warna, beige dan hitam, keduanya memiliki detil yang sama persis. Warna beige sudah sering dipakai sebagai alrternatif pengganti warna hitam yang bersifat netral agar bisa dipadupadankan dengan berbagai warna busana, sehingga pengguna sepatu ini tak harus membeli busana baru untuk padanannya.
Sepasang sepatu fashion impor buatan China ini ditawarkan dengan harga Rp.600 ribuan, tetapi karena didiskon 50 persen harganya turun menjadi Rp. 300 ribuan. Terbilang murah mengingat sepatu fashion ini merupakan model bertali dengan desain baru yang sedang ngetrend dan pengadaannya pun harus dilakukan melalui prosedur impor.
Informasi selengkapnya tentang spesifikasi dan harga sepatu : Sepatu Hak Tinggi
Informasi selengkapnya tentang spesifikasi dan harga sepatu : Sepatu Hak Tinggi





















