Pilihlah Sepatu Secara Benar Agar Nyaman Dipakai
9:32:00 AM
Artikel
Memilih sepatu yang nyaman untuk dipakai adalah fokus Anda ketika Anda membeli sepatu baru, karena Anda akan menemukan model dan style yang serba berbeda dibandingkan dengan saat Anda membelinya yang terakhir kali, entah enam bulan atau setahun yang lalu. Model pilihan yang hendak
Anda beli belum tentu akan senyaman sepatu yang sedang Anda pakai.
Misalnya saat Anda memutuskan untuk membeli model stiletto, wedges atau flat, selalu pertimbangkan dimana dan kapan Anda akan memakai sepatu tersebut. Stiletto bisa mendukung penampilan penggunanya menjadi elegan, seksi dan cantik tapi selain bersiko tinggi juga membuat ujung jari kaki terasa sangat sakit saat memakainya.
Memakai sepatu model Wedges mungkin tidak sesakit seperti saat berjalan dengan menggunakan stiletto, tapi model ini kurang begitu populer dan jika desainnya terlalu simpel akan terkesan Anda sedang memakai ganjal kaki untuk menambah tinggi badan. Versi lain dari wedges adalah Prism dengan hak bagian belakang yang lebih kecil, model ini lebih stylish tapi juga lebih beresiko.
Pilihan terakhir adalah sepatu flat atau hak datar yang paling nyaman dan aman dipakai. Selain itu juga tanpa resiko, tetapi kurang fashioned. Style sepatu flat dengan ujung runcing atau pointed toe memiliki penampilan yang lebih cantik dan modis. Tak urung konstruksi itu membuat ujung jari kaki terasa kurang nyaman meskipun tak sesakit seperti saat Anda memakai Stiletto.
Jadi, masalahnya bukan pada model sepatu, melainkan dimana dan berapa lama Anda akan menggunakan model sepatu pilihan Anda itu ? Jika Anda bekerja di kantor mulai jam delapan pagi sampai jam 5 sore dan pekerjaan Anda mengharuskan Anda untuk berjalan kesana-kemari atau lebih banyak berdiri, memilih stiletto adalah keputusan yang salah.
Anda bisa percaya diri karena bisa tampil lebih cantik dan seksi hanya sekitar dua atau tiga jam. Selebihnya Anda akan mulai menanggung rasa sakit pada ujung jari-jari kaki Anda yang menanggung beban seluruh tubuh. Anda tidak lagi bisa menebar senyum, melainkan sering meringis karena harus menahan rasa sakit.
Berbeda misalnya begitu masuk kantor, tugas Anda mengharuskan seharian duduk di belakang meja. Sesekali saat berjalan Anda akan selalu tampil prima, karena hanya seskali menahan rasa sakit. Setelah itu duduk kembali di belakang meja dan bisa melepaskan stiletto dari kaki Anda dan menormalisir otot-otot yang kaku menjadi relaks kembali.
Industri sepatu fashion memang menyediakan beragam model sepatu high heels yang sangat menawan saat dipajang di etalase atau ditayangkan oleh toko online. Tetapi tidak berarti sepatu tersebut bisa dipakai secara nyaman oleh semua wanita. Bukan masalah kaki Anda yang tidak sesuai, misalnya karena ujung jari kaki Anda cenderung lebar dan berbentuk persegi empat.
Putuskan memilih sepatu berdasarkan pertimbangan kapan dan dimana model sepatu tersebut akan Anda pakai. Jangan terlalu terobsesi oleh model sepatu yang cantik dan stylish, karena tahun depan model tersebut sudah akan out off date alias ketinggalan jaman. Sementara kaki Anda masih akan
Anda gunakan untuk seumur hidup.
Dari flat, low heels, mid heels hingga high heels semuanya cocok untuk Anda dan semua model tersebut akan mendukung penampilan yang Anda inginkan, asalkan Anda bisa menyesuaikan dengan kesempatan yang tepat untuk menggunakannya.
(Penulis : Nora Ratupelisa)
Industri Sepatu Minta Insentif Pemerintah
2:48:00 PM
Bisnis
Penutupan gerai sepatu Clarks menjadi gambaran sulitnya industri sepatu saat ini. Selain tergerus oleh pasar online, produsen sepatu juga dihadapkan beragam masalah lain mulai dari penyewaan gerai yang mahal hingga kebijakan berbisnis di Tanah Air yang kurang kondusif.
Eddy Widjanarko, Ketua Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) menyampaikan, untuk berkembang industri sepatu harus diberikan insentif. Pasalnya saat ini belum ada langkah progresif dari pemerintah untuk bisa memberikan insentif yang pasti.
Saat ini kebijakan khusus di masalah bea masuk terkadang berubah-ubah sehingga produsen tidak bisa mendapatkan fix cost untuk bahan baku impor. Belum hal lain seperti pajak yang diberikan, faktur dan hal lainnya yang menghambat pertumbuhan industri. "Buat produsen sepatu, banyak bahan baku harus impor. Jadi harus dibuat insentif bahan baku dan prosesnya harus dipermudah," ujarnya kepada wartawan, Jumat (2/2).
Dirinya mengatakan saat ini untuk impor bahan baku masih dipersulit dengan aturan main. Itulah kenapa sulit bagi pemain di industri sepatu untuk bertumbuh. Apalagi kalau ditilik, adanya toko online juga membuat industri sepatu domestik khususnya di ritel menjadi lesu. Bahkan di segmen sepatu sport yang disebut-sebut merupakan segmen yang terus tumbuh menurutnya justru menurun. "Segmen sport memang ada penguatan tapi untuk pasar ekspor, kalau di lokal menurun," lanjutnya.
Oleh karena itu, dirinya mengatakan industri sepatu domestik dalam 1-2 tahun ini akan mengalami stagnasi. Pemerintah perlu melakukan insentif-insentif agar tidak melulu segmen industri sepatu ini limbung diterpa online maupun kebijakan-kebijakan yang tidak pasti.
Liong Pangkiey, Marketing Manager PT Ardiles Ciptawijaya menyampaikan, saat ini industri masih dihadapkan oleh persoalan administratif penjualan, pencetakan faktur pajak, bea masuk, impor bahan baku dan lainnya membuat produsen sepatu berada dalam kondisi sulit.
Dirinya mengharapkan adanya kepastian kebijakan dan aturan, sehingga sebagai produsen yang juga berorientasi ekspor perusahaannya bisa berkembang. Lain dari itu, menurutnya perlu adanya pajak final yang tidak merepotkan secara administratif. "Saya harapkan ada PPN final sehingga jualan sepatu lebih mudah," tambahnya.
Budiharta Hanse, Senior Commerce Manager PT Sepatu Bata Tbk (BATA) menambahkan, produsen dan peritel sepatu perlu beradaptasi terhadap kondisi saat ini. Oleh karena itu, pihaknya akan lebih inovatif dalam menggarap pasar yang ada. (Source: Kontan)
Lagi-lagi Sepatu Digunakan Untuk Selundupkan Sabu
12:18:00 PM
Crime
![]() |
| Tersangka YH (36) yang ketahuan menyelundupkan sabu dalam sepatu. (Dok. Humas Bea Cukai Batam) |
Lagi-lagi sepatu berhak tebal dimanfaatkan untuk menyelundupkan narkotika jenis sabu sebanyak 1.434 gram oleh tiga penumpang pesawat Lion Air. Pelaku yang berstatus Warga Negara Indonesia (WNI) itu terdiri dua laki-laki berinisial YH (34), dan KP (26), satu perempuan berinisial YH (34).
Ketiga tersangka diamankan di Bandara Hang Nadim Batam ketika akan berangkat ke Denpasar pada Rabu (31/1), karena petugas Aviation Security (Avsec) dan Bea Cukai (BC) mencurigai gerak-gerik ketiga tersangka ketika akan melewai pemindai x-ray bandara. Kemudian petugas melakukan pemeriksaan lanjutan di hanggar Terminal Bandara Hang Nadim Batam terhadap mereka.
"Petugas kami menyadari ada yang tidak beres. Lalu dilakukan pemeriksaan. Ternyata ditemukan barang yang diduga metamphetamine," kata Kasi Pelayanan Bea Cukai Tipe B Batam Frans Depari. Ketiga tersangka berupaya mengelabui petugas dengan menyelipkan sabu di bawah alas sepatu.
"Barang ini disimpan di dalam sepatu untuk menghindari pemeriksaan petugas. Karena gerak-geriknya berbeda, kami lakukan pemeriksaan di hanggar," jelas Frans, Kamis (1/2)
Hasilnya, dari tersangka YH diamankan dua bungkus sabu seberat 485 gram. Lalu KP kedapatan membawa dua bungkus sabu dengan total 473 gram, sedangkan dari tersangka TN juga diamankan dua bungkus dengan total 476 gram.
Ketiga tersangka diserahkan kepada Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polresta Barelang untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut. Mereka dijerat dengan pasal 114 ayat (2) juncto pasal 112 ayat (2) Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukuman paling
cepat lima tahun penjara dan paling lama hukuman seumur hidup atau hukuman mati. (*)





















